Hey kawan2 …
ada sedikit info nihhh buat kamu kamu .,
pacaran gk selamanya bakal pacaran terus..pastinya kita juga pengen menikah . nah, sebelum menikah juga baiknya jika kita belajar untuk setia terhadap pasangan .,
kalau mau menuju jenjang pernikahan .. bukan hanya cinta saja yang kita butuhkan, pertimbangan mental dan kesiapan juga perlu kita perhatikan . komitmen dalam berumah tangga ataupun menjalani suatu hubungan juga perlu kita perhatikan tentunyaa untuk menjaga keutuhan rumah tangga ataupun suatu hubungan .
ada sedikit info nihhh buat kamu kamu .,
pacaran gk selamanya bakal pacaran terus..pastinya kita juga pengen menikah . nah, sebelum menikah juga baiknya jika kita belajar untuk setia terhadap pasangan .,
kalau mau menuju jenjang pernikahan .. bukan hanya cinta saja yang kita butuhkan, pertimbangan mental dan kesiapan juga perlu kita perhatikan . komitmen dalam berumah tangga ataupun menjalani suatu hubungan juga perlu kita perhatikan tentunyaa untuk menjaga keutuhan rumah tangga ataupun suatu hubungan .
Menurut seorang psikolog “cinta bukanlah pengikat pernikahan” namun cinta hanyalah faktor yang dapat membuat seseorang untuk memutuskan berpasangan . Cinta paling lama bertahan 3 tahun, sisanya HILANG . Sisanya adalah komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab .
Salah satu penyebab retaknya suatu rumah tangga ataupun suatu hubungan ialah “perselingkuhan” . Perselingkuhan itu sendiri terjadi oleh beberapa faktor . seperti :
Teknologi bukan hal yang menjadi asal-usul perselingkuhan, namun bisa memicu perselingkuhan. Ketakutan bahwa kemajuan teknologi bisa membuat pasangan selingkuh, bisa membuat seseorang melanggar privasi pasangannya. Misalnya, membuka e-mail, SMS, atau situs jejaring sosial pasangan, bahkan minta password segala. Kebiasaan inilah yang menurut Prof Sarlito kerap memicu pertengkaran.
“Beri kepercayaan pada pasangan untuk punya wilayah privasinya sendiri. Kalau ternyata dia selingkuh, itu bisa diurus belakangan. Intinya jangan cari-cari masalah,” jelas Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia yang mendalami Psikologi Sosial ini.
Bagaimanapun, teknologi akan mempermudah pekerjaan dan kehidupan seseorang. Jadi, pasangan pun berhak menikmatinya.
Bila salah satu atau kedua pihak terlalu asyik dengan pekerjaan masing-masing, perlahan-lahan bisa menghilangkan kesetiaan. Jika workaholic tidak diselingi dengan kencan berdua, misalnya, akan sulit bagi pasangan untuk bertahan. Hubungan pernikahan akan terasa hambar dan terasa sama saja dengan rutinitas hidup yang lain. Rasa hambar ini kelak akan berujung pada keinginan untuk mencari “selingan”. Siapa yang menjadi "selingan" tersebut? Kemungkinan besar adalah rekan kerja, partner bisnis, atau siapapun yang biasa Anda jumpai saat bekerja atau beraktivitas.
Orang yang selalu menginginkan pasangan berperilaku sesuai dengan keinginannya cenderung membuat pasangan menjadi bosan. Kehidupan rumah tangga pun menjadi kaku karena pasangan selalu merasa diawasi dan akhirnya merasa terkekang.
Contohnya masalah cemburu. Cemburu yang berlebihan bisa memberi penghakiman yang terlalu cepat kepada pasangan, padahal perselingkuhan belum tentu terjadi. Kemarahan yang tidak memiliki alasan kuat justru akan menambah keretakan hubungan. Karena sifat manusia cenderung selalu memilih yang lebih baik, jangan sampai ulah Anda yang pencemburu atau posesif mendorong pasangan mencari orang lain.
“Jangan bermimpi mengubah seseorang, tapi ubah dulu diri Anda, maka pasangan akan mengikuti.”